Ke…..
indonesiaberprestasi.web.id
Dengan layout, isi, dan format yang lebih lengkap, informatif, dan inspiratif…
Terima kasih untuk kunjungannya..
Dengan layout, isi, dan format yang lebih lengkap, informatif, dan inspiratif…
Terima kasih untuk kunjungannya..
Juni 2008
London (ANTARA News) – Indonesia meraih juara kedua pada “Parade der Kulturen” yang diselenggarakan Kota Frankfurt setiap tahun bertema “Bunt, Schon-Frankfurt,” (Kesatuan, Keindahan Frankfurt) di sepanjang kota Frankfurt, Sabtu.
Parade tahun ini merupakan yang keenam dan diikuti sekitar 1.700 peserta terdiri atas 68 organisasi masyarakat yang berada di Frankfurt dan sekitarnya dari 58 negara, ujar Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Didit Parlambang kepada ANTARA News London, Sabtu.
Peserta menampilkan bermacam-macam budaya dari negaranya di antaranya dari Peru, Bolivia, Brasil, Jerman, Austria, Inggris, Perancis, Belgia, Rusia, China, Vietnam, Filipina, Indonesia, Turki dan Afrika Selatan.
Dikatakannya, parade, yang disaksikan ribuan orang dari kota Frankfurt dan kota-kota dari berbagai negara di Eropa serta para turis mancanegara, menampilkan berbagai atraksi kesenian di sepanjang jalan.
Ia mengatakan dalam parade tersebut Indonesia yang difasilitasi KJRI-Frankfurt diwakili oleh berbagai kelompok masyarakat yang ada di Frankfurt, Darmstadt, Beilefeld, Siengen, Karlsruhe dan Marburg antara lain menampilkan Tari Barong Bali dan permainan Musik Angklung.
Para pelajar dan mahasiswa Indonesia memberikan bantuan mendekorasi kendaraan yang digunakan untuk para pemain Angklung dan anak-anak.
Sebagai maskot Indonesia untuk parade itu adalah Barong dan Rangga dari Bali, yang didatangkan dari Beilefeld, Jerman, milik warganegara Jerman.
Dalam parade itu ditampilkan budaya tradisional lain seperti calung, wayang golek, kuda lumping yang dibawakan oleh anak-anak, pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta Indonesia yang berjumlah 86 orang mengenakan busana dari berbagai daerah, seperti tradisional Bali, Sumatra Jawa, Sunda, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam peserta Indonesia juga terdapat warga negara Jerman yang mengenakan busana tradisional Indonesia.(*)
Sumber: ANTARA
September 2008
Jakarta (ANTARA News) – Anjungan Indonesia dinobatkan sebagai pemenang pertama untuk kategori umum dalam pameran antarbangsa Expo Prado ke-103 di Montevideo, Uruguay.
Menurut keterangan Departemen Luar Negeri di Jakarta pada Kamis, sejak dibuka pada 10 September oleh Walikota Montevideo Ricardo Ehrlich dan Dirjen Amerika dan Eropa Retno LP Marsudi didampingi Dubes RI untuk Uruguay Sunten Z Manurung, anjungan Indonesia tercatat paling banyak mendapat pengunjung.
Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung mencapai puncak, tak kurang dari 10.000 orang sehari. Akibatnya, ruang seluas 500 meter persegi tersebut menjadi sangat sesak. Itu juga diakui panitia penyelenggara ketika mengumumkan jadwal pertunjukan kelompok kesenian Kedutaanbesar Indonesia Buenos Aires di panggung utama Expo Prado.
Anjungan Indonesia dalam pameran itu diadakan kedutaanbesar Indonesia Buenos Aires bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri.
Pameran itu diikuti lebih dari 400 perusahaan, di antaranya dari Uruguay, Argentina, Brasil, Venezuela, Cile dan Cina. Kesertaan Indonesia dalam ajang itu adalah untuk yang pertamakali.
Ajang tahunan itu diikuti perusahaan memamerkan berbagai produk industri pertanian, kerajinan tangan, properti, perbankan, otomotif, serta telekomunikasi. Sejumlah 21 perusahaan kecil dan menengah serta dua perusahaan besar tergabung dalam anjungan Indonesia.
Sebagian besar perusahaan itu bergerak di bidang kerajinan tangan, garmen dan furniture. Produk itu membuat anjungan Indonesia menjadi salah satu favorit pengunjung Expo Prado dan berulang kali diliput beberapa stasiun TV setempat, seperti Canal 12, Canal 8, DTV, Monte Carlo TV, dan AgroTV.
Kehadiran dan kemenangan anjungan Indonesia dalam pameran itu akan menjadikan nama dan kemampuan ekonomi Indonesia semakin dikenal di Uruguay, yang merupakan salah satu negara dengan tingkat hidup cukup baik di kawasan Amerika Latin.
Pengenalan buatan Indonesia di kawasan Amerika Latin merupakan tantangan sekaligus kesempatan, karena unsur jarak tidak lagi selalu menjadi hambatan, kata siaran pers Departemen Luar Negeri itu.
Keberhasilan Indonesia dalam acara itu merupakan tambahan, mengingat pada 2007, Indonesia juga memperoleh penghargaan dari pemerintah Paraguay, karena anjungan Indonesia menyedot banyak pengunjung pada Expo Internasional di Asuncion pada Juli 2007.(*)
Sumber: ANTARA